Syukuran Panen Padi di Desa Tambak Padi
Banjar (brmpkalsel) – Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan ikut hadir dalam rangka syukuran panen padi di lahan Abdul Wahid, petani yang merupakan anggota Gapoktan Tambak Padi di Desa Tambak Padi Kecamatan Beruntung Baru Kabupaten Banjar, Selasa (04/08/2026).
Kegiatan ini dihadiri Bupati Banjar, PJ Swasembada Pangan Kalimantan Selatan, perwakilan BRMP Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjar, Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Selatan, perwakilan Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, Kepala Badan Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Kepala Badan Pengatur Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan, Pimpinan PT. Pupuk Indonesia Persero di Kalimantan Selatan, unsur TNI-Polri dan stakeholder lainnya. Panen menjadi momentum untuk mengevaluasi hasil penerapan teknologi budidaya sekaligus meningkatkan kapasitas petani melalui pembelajaran berbasis praktik di lapangan.
Kepala Dinas Pertanian Kab. Banjar, Warsita, dalam sambutanya menyampaikan bahwa Kab. Banjar merupakan lumbung pangan, berdasarkan data mencapai luas baku lahan 51.500 ha, terbesar kedua di Kalimantan Selatan setelah kabupaten Barito Kuala.Produktivitas padi di Kab. Banjar rata-rata 3,62 ton/ha, Anga tersebut tergolong masih rendah dan kita terus berupaya produksi padi ini bisa meningkat. Melalui program PM-AAS, diharapkan produksinya bisa mencapai 6-8 ton/ha. Kecamatan Beruntung Baru merupakan sentra pertanian seluas 557 ha.
Bupati Banjar, Saidi Mansyur, dalam acara syukuran panen tersebut berkesempatan memanen padi menggunakan alat panen combine harvester dan menyerahkan secara simbolis traktor roda dua dan hand sprayer.
Dalam arahannya Bupati menyampaikan bahwa agar bantuan yang sudah diberikan dapat dikelola dengan baik dan semoga apa yang dipanen hari ini mendapatkan keberkahan dan mengingatkan semua stakeholder yang tergabung dalam bidang pertanian untuk terus bisa menghadapi tantangan baik itu perubahan iklim maupun adanya serangan hama tanaman dan menjadi motivasi bagi semua.
Sinergi baik antara pemerintah daerah, brigade pangan, TNI POLRI, pelaku usaha dan seluruh masyarakat dapat menumbuhkan rasa kebersamaan sehingga ancaman gagal panen dapat dapat ditekan dan produktivitas dapat ditingkatkan agar rakyat lebih sejahtera.